Cerita Pilu Agus, PMI Pangandaran yang Disiksa di Kamboja Akhirnya Bisa Pulang
PANGANDARAN – Nasib malang yang menimpa Agus Hidayat (37), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Pangandaran, Jawa Barat, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat terlunta-lunta di penampungan Kamboja tanpa biaya, Agus kini dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya di Dusun Ciawitali, Desa Pamotan.
Kabar bahagia ini disampaikan oleh Kepala Desa Pamotan, Andi Suwandi. Pihak desa pun sudah bergerak cepat untuk menjemput Agus di bandara.
”Insyaallah, kami juga dari pemerintah desa menugaskan sopir mobil untuk menjemput ke Bandara Sukarno Hatta,” ujar Andi lewat pesan WhatsApp, Minggu (12/4).
Bantuan dari Pemerintah Daerah
Kepulangan Agus tidak lepas dari tangan dingin pemerintah daerah. Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pangandaran turun tangan membiayai tiket pesawat dari Kamboja menuju Jakarta. Sementara untuk penjemputan dari bandara ke rumah, ditanggung oleh Pemerintah Desa Pamotan.
Agus diperkirakan tiba di Jakarta pada Minggu malam. Saat ini, ia sudah berada di Bandar Udara Internasional Techo, Provinsi Kandal, Kamboja, untuk menunggu jadwal penerbangan.
”Ini saya sudah berada di sekitar Bandara. Lagi nunggu tiketnya,” kata Agus singkat.
Dijanjikan Gaji Rp16 Juta, Malah Disiksa
Kisah sedih Agus bermula saat ia tergiur tawaran bekerja sebagai marketing dengan gaji Rp16 juta per bulan. Namun, setibanya di Kamboja, ia justru dipaksa menjadi pelaku penipuan daring (online scam).
Tak hanya dibohongi soal gaji, Agus mengaku kerap mendapatkan kekerasan fisik jika tidak menuruti perintah atasan. “Kerja juga dipaksa, kadang mendapat siksaan,” kenang Agus pedih.
Ia sempat meminta bantuan melalui pesan singkat karena sudah tiga bulan tertahan di penampungan tanpa kepastian. Meski sudah melapor ke KBRI, saat itu ia terkendala biaya tiket karena hanya dibantu dalam pengurusan dokumen paspor dan visa.
Kini, penantian Agus berakhir. Ia segera berkumpul kembali bersama keluarga di Kalipucang, Pangandaran.





Tinggalkan Balasan